Waspada!! Ranjau Jeruk Mengintai Pengguna Jalanan

Peringatan keras untuk pemakai jalan, terutama pengemudi kendaraan roda empat. Apabila lihat buah jeruk tercecer di aspal jalanan, janganlah sebagian coba menggilasnya apabila tidak mau jadi korban kejahatan. Karena, buah itu adalah ranjau untuk melumpuhkan ban mobil siapa juga.

Selasa (5/1) siang, dalam perjalanan dari object wisata Seloprojo, Ngablak, Kabupaten Magelang, masuk perbatasan kabupaten Semarang, yaitu mendekati lokasi wisata Kopeng, saya lihat ada tiga buah jeruk ukuran kecil tercecer di aspal.

Sekilas, tidak ada yang mencurigakan. Karena, buah berwarna kuning itu seperti tak berniat terjatuh. Meski demikian, waktu memerhatikan posisi buah yang seolah terkumpul di dalam jalan, saya segera berprasangka buruk. Sambil memberi aba-aba pada kendaraan yang melintas, tiga buah jeruk ini saya amankan. Perasaan saya menyampaikan ada yang tidak beres.

Selesai saya pungut, nyatanya feeling saya pas. Jeruk-jeruk itu ditanami paku ukuran 4 cm yang dibenamkan dengan cara melintang. Satu buah jeruk ada 5-8 paku yang siap menggembosi ban mobil yang melindasnya.

Saya bereaksi lantaran pada awal mulanya, seputar dua minggu waktu lalu, saya berjumpa pria bernama Sambudi, warga Surakarta terserang ranjau sejenis. Dimana, dalam perjalanan dari Semarang, lantaran ada masalah di Banyumanik, ia berniat tidak melalui tol. Pk 17. 30, saat melintas di jalan raya Setiabudi dianya yang mengemudikan mobil sendirian, lihat terdapat banyak buah jeruk berceceran di jalan. Lantaran sedikit juga tidak menyimpan berprasangka buruk, ban mobilnya segera menggilas satu diantara buah yang letaknya ada di tepi.

Lebih kurang 10 menit lalu, Sambudi rasakan laju mobilnya tak stabil. Ia yakini satu diantara ban mobilnya kempes. Sambil memberi lampu sign samping kiri, ia selekasnya menepikan kendaraannya untuk mengecek keadaan ban. Nyatanya sesudah dikerjakan penelusuran, ban samping kiri belakang tampak kehabisan angin. Ada dua paku yang menancap serta celakanya masih tetap ada sisa bau buah jeruk. Di waktu ia melongok keadaan bannya tersebut, apes menimpanya.

Seseorang lelaki mengendarai motor matic berhenti di samping mobil sisi kanan, Sambudi menduga pria itu cuma mau tahu atau bakal membantunya. Nyatanya, sangkaannya meleset. Lelaki yang kenakan jaket serta helm full face ini, segera buka pintu depan. Tangannya sigap mengambil laptop yang di taruh Sambudi di jok depan. Cuma makan saat seputar 3 detik, saat sebelum Sambudi mengerti apa yang berlangsung, motor yang dikendarai pencoleng itu selekasnya melesat meninggalkan korbannya yang terbengong-bengong.

Upayakan Menghindarinya

Disebabkan tingkah bandit jalanan ini, Sambudi sangat terpaksa mesti merelakan satu unit laptop beserta datanya raib. Ia malas melapor polisi lantaran terkecuali minim saksi, dianya juga tidak dapat mengidentifikasi pelakunya.

“Setelah peristiwa ini, saya lebih hati-hati di jalanan. Gak asal melindas benda di aspal, ” katanya.

Apa yang menerpa Sambudi, dapat pula tentang siapa juga. Saya sendiri condong mempunyai persepsi bahwa pemasang ranjau jeruk bukanlah seseorang tukang tambal ban. Pelakunya terus pencoleng jalanan yang senantiasa mengincar mangsanya selesai dilumpuhkan kendaraannya. Mereka acak menyebar tindakan, bila berhasil ya panen, contoh meleset juga tidak jadi masalah.

Kembali ke buah jeruk temuan saya, setibanya dirumah, tiga buah jeruk ini saya cermati dengan cermat. Akhirnya, seluruhnya berpaku. Ada yang ditusuk paku 5 biji, tetapi ada juga yang 8 biji. Saat saya iris, tampak posisi paku yang dibenamkan dengan cara melintang. Tentu waktu ban mobil atau motor melindasnya, susah selamat dari kempes. Terkecuali ban type tubles yang dapat bertahan cukup lama.

Analisis saya menyampaikan, pelaku disangka mengawasi ranjaunya dari jarak jauh. Apabila yang melindas sepeda motor, ia tidak bakal bereaksi, tetapi seumpama yang terkena kendaraan roda empat, dianya selekasnya membuntutinya. Saat pengemudi berhenti lantaran bannya kempes serta mengecek keadaan bannya, pelaku segera beraksi dengan menyambar barang apapun yang tergeletak di mobil.

Pelaku yang memercayakan kecepatan bergerak, di pastikan bakal bikin korban terbengong-bengong, lamban bereaksi. Meski didalam mobil ada dua atau tiga penumpang, umumnya gerak reflek mereka akan lumpuh sebentar. Sampai pelaku kabur sambil menenteng hasil jarahannya, korban baru tersadar.

Lakukan pengejaran? Kelihatannya percuma belaka. Karena, saat sebelum beraksi, pelaku di pastikan sudah pelajari jalan tikus paling dekat juga sebagai usaha menyingkirkan jejaknya.

Sedikit panduan aman untuk pemakai jalan raya, supaya anda terlepas dari ranjau jeruk itu, sangkanya waktu melintas di jalanan mesti ekstra hati-hati. Saat lihat buah jeruk berceceran di jalan, upayakan dijauhi. Anda bisa melindasnya seumpama ban kendaraan anda type tubles. Tengah untuk ingindara sepeda motor, sangkanya bersedia sedikit menyempatkan diri singkirkan ranjau sejenis apabila memergokinya.

Bagaimanakah juga, sikap siaga akan tambah baik di banding alami musibah di jalanan. Ingat, pencoleng senantiasa kreatif dan berinovasi di tiap-tiap aksinya.

Sumber : Bambang Setyawan - Kompasiana



Loading...
loading...

Leave a Comment