Wanita Ini Sering Menyepelekan Ibu Tirinya. Tak Disangka, Sang Ibu Melakukan Hal Tak Terduga Di Hari Pernikahannya!

Merawat dan membesarkan anak tentunya bukanlah hal yang mudah, ini alasan mengapa anak-anak harus berbakti kepada orangtau terlebih ketika telah tumbuh dewasa, sebagai rasa terima kasih kepada orang tua. Dalam kisah di bawah ini, gadis ini memiliki dua orang kakak laki-laki

ibu kandungnya meninggal ketika ia berusia 5 tahun,

akhirnya ketiga anak ini dirawat oleh ibu tiri mereka, namun kedua kakaknya meninggalkan ibunya setelah mereka dewasa dan mampu mandiri, akhirnya gadis inilah yang merawat ibu tiri mereka yang sudah tua dan kesulitan melakukan aktifitasnya

namun ibu tirinya sangatlah menyayangi mereka dan menganggap mereka sebagai anaknya sendiri. Gadis ini mengingat dengan jelas, suatu hari di musim dingin, ibu tirinya akan membantu anak-anaknya melicin pakaian sebelum mereka bangun mereka agar lebih hangat ketika dipakai. Gadis ini pun menganggapnya sebagai ibu kandungnya.

Walaupun kedua kakaknya juga sangat menghormati ibu tiri mereka, namun setelah mereka menikah, perlahan mereka pergi meninggalkan ibu tiri mereka. Dua tahun kemudian, ibu tirinya jatuh dari tangga ketika melihat cucu dari kakak keduanya

Kakak ke-2 lalu langsung 
mengantarkan ibu pulang ke rumah serta meminta gadis ini merawatnya. 
Tahun lalu, bapak mereka meninggal dunia, gadis ini juga bersiap untuk 
menikah dengan kekasihnya, rumah ibu tiri ini nanti pasti menjadi 
permasalahan saat ini. Ke-2 kakaknya tak bersedia melindungi ibu 
tirinya, mereka bahkan juga memaksa ibu tiri mereka keluar dari rumah ayah 
bahkan juga mengatakan tempat tinggal itu punya ayah mereka dan mereka berdua
sekarang punya hak atas itu. 
 
 
Hasil gambar untuk Di Hari Pernikahannya, Ibu Tiri yang Ditelantarkan Kedua Kakaknya Memberi Hadiah yang Luar Biasa
 
 
Ibu tiri juga menangis setiap hari, hingga satu hari gadis ini pulang kerja 
serta menghirup bau yang aneh dari dapur. Ia berlari serta menemukan ibu 
tirinya merangkak ke dapur dan membuka katup gas, sedangkan ibu 
tirinya tidak sadarkan diri di lantai dapur. 
 
Gadis ini juga segera menelepon ambulan, tetapi setelah menyelamatkan 
ibu tirinya, kalimat pertama yang keluar dari mulut ibu tirinya adalah, 
 " Kenapa kamu menyelamatkan saya? Saya tidak ingin merepotkan 
anda lagi… " Gadis ini segera memeluk ibu tirinya dengan sangat sedih. 
Wanita ini menyerahkan semua hidupnya untuk keluarganya, saat ini ia 
rentan serta tua, bahkan juga dipaksa untuk mati, bagaimanakah mungkin gadis ini membiarkan hal tersebut terjadi? 
 
Gadis ini berkata : " Ma, mengapa mama melakukan ini? Tidakkah mama 
masih punyai saya? Saya bakal membawa mama ke keluarga saya setelah 
saya menikah, bila pacar saya menolak, saya tidak akan menikahinya! " 
Ibu tirinya tersenyum mendengarnya, lalu menangis di pelukan 
gadis ini. 
 
Kekasihnya sedikitpun tidak menolaknya membawa ibu tirinya. Di hari 
pernikahannya, ia juga merias ibu tirinya sedemikian cantik, 
mendorongnya di kursi roda serta naik mobil pengantin bersamanya. 
Sebelum pergi, ibu tirinya ingin membawa suatu benda, sehingga 
menyuruh gadis ini mengambil foto ibu tirinya serta ayahnya di atas 
ranjang, di belakang foto tersebut, ada suatu kotak kecil. Ibu tirinya 
meminta gadis ini mengambil kotak tersebut tetapi tidak melihat isinya. 
 
Di hari pernikahan mereka, saat penuh dengan banyak undangan, ketika 
pengantin harus memberi hormat pada orang tua mereka, ibu tirinya 
memberi kotak ini sebagai hadiah pernikahannya serta memintanya 
untuk membukanya waktu itu juga 
 
 
 
 
Setelah di buka, ternyata isinya adalah sebuah cincin zamrud serta dua 
surat wasiat yang bakal dibacakan oleh pembawa acaranya di depan 
umum. Satu surat adalah punya ayah mereka, yang isinya adalah 
memberikan seluruhnya kekayaannya pada ibu tirinya sesudah ia meninggal. 
 
Sedangkan lembaran yang lain adalah surat wasiat ibu tirinya, yang akan 
memberikan semua kekayaan ayahnya itu pada gadis ini. 
Ia demikian terkejut akan hadiah ini, ibu tirinya menjelaskan cincin ini adalah 
peninggalan neneknya. Ibu tirinya menggenggam tangan gadis ini dan 
mengatakan padanya, " Cincin ini sangatlah pas untuk kamu. " Kedua 
kakaknya yang ada di pernikahan itu pastinya sangat terperanjat. 
Gadis ini sangatlah berbakti pada ibu tirinya.
 
Meskipun ia tak mengharapkan balasan apa-­apa, tetapi ibu tirinya melihat semuanya, 
karena seberapa banyak kekayaan, tak dapat dibanding dengan 
anak yang berbakti. 

hal ini menyebabkan pinggangnya terluka dan akhirnya lumpuh. Kakak kedua kemudian langsung mengantarkan ibu pulang ke rumah dan meminta gadis ini merawatnya.

 

Sumber : cerpen.co.id

Loading...
loading...

Leave a Comment