Seorang Pria Tua Jual Cincin Emas Dengan Harga Murah, Tak Disangka Ternyata Cincinnya Memiliki Fakta Tak Terduga

Seorang warganet mendapat tawaran langka dari seorang pria tua untuk membeli cincin emasnya.

Cincin emas 8 gram itu dijual dengan harga yang bisa dibilang lebih dari sekadar murah.

"Cincin 8 gram dengan mahar seikhlasnya," tulis pria yang akhirnya membeli cincin tersebut.

Ia juga diberitahu bahwa uang yang didapat dari hasil menjual cincin tersebut akan disumbangkan ke kotak infak.

Berdasarkan informasi dari unggahannya, kakek yang menjual cincin itu mengaku sebagai orang kaya di Kulon Progo, DI Yogyakarta.

"Bapak ini ngakunya orang kaya di Kulon Progo yang tanahnya dibayari buat bandara," ungkap pria pengguna akun Facebook Ian KosongLima itu, Rabu (3/1/2018).

Setelah melakukan transaksi jual-beli, Ian pergi menuju toko emas untuk mengetes keaslian cincin tersebut.

Namun, rupanya justru kekecewaan yang ia dapatkan.

"Saya penasaran, terus saya coba bawa di jual-beli emas buat dites.

Ternyata bukan emas, tapi aksesoris. Saya sedikit kecewa dengan bapak ini," tulis Ian.

Tak disangka, ketika dalam perjalanan pulang, dirinya pun kembali bertemu dengan kakek yang menjual cincin palsu tersebut.

Fakta kemudian terungkap setelah ia menanyakan beberapa hal pada kakek itu.

"Tapi puji Tuhan di perjalanan pulang saya bertemu bapak ini, dan saya interogasi. Ternyata memang tukang tipu, karena kasian saya lepas saja bapak itu," tutupnya.

Tak hanya dari pengakuan Ian, seorang warganet juga menyatakan bahwa kakek itu pernah melakukan hal serupa pada orang lain.

"Ini dulu ngakunya orang Dongkelan, modusnya sama bawa cincin.

Waktu itu katanya cincinnya nemu di toilet rumah sakit.

Terus disuruh bayari seikhlasnya, mau disumbangkan di masjid.

Ngakunya pensiunan dan sering pindah-pindah tempat, biasanya di dekat-dekat RS, pasar, dan terminal," tulis pengguna akun Dewi Satria di kolom komentar.

Dalam video yang disertakan pada unggahan Ian, kakek itu memang tampak mengeluh dan merasa bernasib buruk serta putus asa terhadap hidupnya.

Simak video berikut!

 

Loading...
loading...

Leave a Comment