Seorang Istri Diceraikan Suami Demi Sekretaris Seksi. Eh Sang Suami Malah Minta Ampun Saat Istrinya Ajukan Syarat Ini

Sungguh pedih kisah yang dialami pasangan suami istri ini. 

Sang suami baru sadar apa itu cinta sebenarnya, ketika banyak godaan datang. 

Namun sayang, semua penyesalan selalu datang terlambat. 

Berikut kisahnya dilansir dari Ceritacurhat. 

Pasangan itu disanamarkan dengan nama Herman dan Nina. 

Mereka sudah menjalani pacaran selama 10 tahun, hingga akhirnya mereka sepakat untuk menikah.

Kehidupan rumah tangga mereka pun sangat bahagia setelah kehadiran seorang putra yang diberi nama Lilo setelah 3 tahun pernikahannya.

Masa-masa sulit dijalani bersama dan selalu ada solusi setiap permasalahan, apalagi dengan didukung oleh kedua orangtua mereka.

Setelah Lilo menginjak kelas 4 SD, Herman menyatakan ingin memiliki anak lagi. Namun Nina sedikit menolak dengan alasan ingin mengecek ke dokter tentang kondisinya.

Setelah berlangsung hampir 6 bulan, Herman mulai merasa tidak nyaman dan mulai berpaling dari Nina.

Ada sosok perempuan yang bernama Jenni (disamarkan) yang membuat Herman berubah sikap menjauhi Nina, Jenny adalah seorang sekretaris baru dikantornya.

wanita menangis
wanita menangis (how)

Sejak kehadiran Jenny, Herman mulai pulang malam dengan alasan lembur. "Kok Sering telat pulangnya Mas?" tanya Nina ketika Herman pulang malam."Lembur..." Jawab Herman singkat.

Herman mulai merasa jika hubungannya dengan Nina semakin hambar sejak kehadiran Jenny. Kehidupan Herman dan Nina pun mulai sering terjadi pertengkaran dan Herman pun makin sering pulang larut malam.

Nina mulai curiga dengan tingkah Herman yang berubah.

“Aku kerja. Aku kan juga nggak pernah protes ketika kamu pulang malam, Nina,” kata Herman dengan nada tinggi.

“Kamu berubah, Mas. Kerja juga nggak mungkin pulang malam terus kan?” Nina membalas.

Kamu tanya saja sendiri pada dirimu, kenapa aku jadi nggak betah. Kamu terlalu sibuk dengan karirmu, aku juga bisa kalau begini caranya.” jawab Herman dengan kesal.

Kali ini Herman mulai tak tahan lagi hidup bersama Nina.

Dan Jenny pun semakin dekat dengan Herman hingga mempengaruhi Herman untuk menceraikan istrinya.

Herman yang mulai terpengaruh dengan perkataan Jenny, mulai mengatakan keinginannya untuk bercerai kepada Nina.

cerai
cerai ()

Mendengar ucapan Herman, Nina pun kaget setengah mati dan hatinya merasa sangat hancur berkeping-keping.

Ia menolak untuk bercerai dengan Herman karena alasan tak ingin Lilo menjadi terbebani.

Selang beberapa hari, tiba-tiba Herman menyodorkan surat perceraian kepada nina.

Nina pun merasa hatinya semakin hancur dan mulai mengurung dirinya di dalam kamar sambil menangis menatapi surat cerai tersebut.

Keesokan harinya, Nina menyerahkan surat itu kepada Herman dengan mata sembab sambil berdoa memohon petunjuk kepada Allah agar membantu memecahkan permasalahan rumah tangganya.

Karena ia sadar hanya Allah lah yang dapat membantunya saat ini.

” Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk” (QS. Al-Qashash : 56)

Ilustrasi
Ilustrasi 

Aku akan menandatanganinya setelah 30 hari. Dalam 30 hari itu, aku ingin Mas selalu menggendong aku dari ranjang ke meja makan untuk sarapan setiap pagi. Juga dari ruang keluarga ke kamar tidur setiap malam,” ujar Nina dengan suara setengah serak seperti orang yang semalaman belum tidur.

Herman agak aneh dengan permintaan istrinya, namun ia tetap menyanggupi permintaan itu. Ia pikir istrinya hanya ingin mengulur waktu cerai dan membuat Herman kembali. Mendengar cerita itu, Jenny sedikit menertawai ulah Nina. “Ada-ada saja. Setelah kondisi seperti ini, baru istrimu merajuk untuk bisa kembali.”

Begitulah, sesuai janjinya, Herman selalu menggendong Nina setiap pagi dan malam. Ia bisa merasakan Nina lebih bersandar padanya, namun di sisi lain Herman berpikir bahwa Nina mungkin juga sedang menikmati momen-momen akhir bersamanya.

Sebentar lagi Herman tetap akan menceraikannya dan membawa Jenny dalam kehidupan barunya.

Pemandangan romantis antara Nina dan Herman membuat Lilo kadang bersorak pada kedua orang tuanya itu.

“Wah, papa mama romantis banget,” ujarnya girang.

Hal ini membuat Herman sedikit berbesar hati., namun ia meneguhkan dirinya agar tak mudah termakan suasana sementara Nina hanya tersenyum penuh makna sambil bergelayut di leher suaminya ketika digendong.

Diam-diam, Herman merasa istrinya makin kurus dari hari ke hari.

Setiap gendongannya terasa makin ringan. Herman memandangi wajah istrinya sesekali ketika menggendongnya sembari mengecup keningnya.

Nina nampak lelah belakangan ini, kantung matanya sering kelihatan membesar dan ia sering menyandarkan kepalanya ke dada Herman.

Hal ini membuat Herman mulai ragu dengan keputusannya bercerai, ada kehangatan merasuk di dadanya setiap kali menggendong Nina.

Tanpa terasa, Herman mulai merasakan cinta kembali bersemi pada hubungannya dengan Nina. Ia merasa istrinya makin cantik dari hari ke hari, hingga hari-hari penandatanganan surat ceri itu makin dekat.

Saat Herman hendak menggendong Nina di pagi hari ke 31, Nina menahan tangan Herman.

“Kan hari ini sudah lewat. Kamu nggak perlu gendong aku lagi, Mas.” Herman tersenyum saja dan membawa Nina ke meja makan. Ia menyajikan sarapan lalu mengecup kening Nina,

“Sarapan aja, Nina. Selamat pagi.” Begitulah Nina dan Herman menghabiskan sarapan mereka dengan lebih hangat dan mesra.

Namun di akhir sesi sarapan, Nina memberikan surat cerai yang sudah ditandatangani dan dibungkus amplop.

“Ini, Mas. Terima kasih selama ini sudah mencintaiku,” ujarnya sambil menitikkan air mata. Herman terpana, namun surat itu diterimanya lalu sebelum berangkat ke kantor, Herman memeluk Nina.

Di kantor, Herman mengatakan pada Jenny bahwa ia mengurungkan niatnya bercerai.

Tentu saja wanita itu begitu kesal dan menampar herman keras-keras. Herman tahu dengan konsekwensi ini, ia siap menerimanya karena sejauh ini ia dan Jenny belum sampai berhubungan badan.

Ia bersyukur masih bisa mengendalikan dirinya selama ini dari berzina.

Sekarang yang ada di benaknya adalah Nina. Ia masih ingat dengan bulir air mata Nina yang hangat jatuh di tangannya tadi pagi.

Herman merasakan cinta itu dan tak sabar ingin segera pulang.

Ia bahkan menyempatkan diri membeli buket bunga paling indah kesukaan Nina dan bergegas pulang sore itu.

Sesampainya di rumah, Herman memanggil-manggil nama istrinya. Namun ia tak juga mendengar jawaban.

Hingga ia melihat Nina di kamarnya, tidur dengan piyama yang masih melekat di tubuhnya tadi pagi. Namun saat Herman mendekatinya, Nina sudah tidak bernyawa lagi.

Herman tidak percaya, bagaimana mungkin Nina bisa meninggal?

Ia menggoncang-goncang tubuh dan wajah Nina sambil memanggil namanya.

Kepergian Nina menjadi penyesalan yang terdalam bagi Herman.

Rupanya selama ini Nina mengidap penyakit parah yang tak sempat disampaikannya pada Herman.

Di kala istrinya itu tengah memikirkan sendirian dan berjuang melawan penyakitnya, Herman malah sibuk dengan rencana perceraian mereka.

Nina dimakamkan keesokan harinya, diiringi rasa sedih dan duka dari Herman dan putra mereka, Lilo.



Loading...
loading...

Leave a Comment