Sebelum Menghembuskan Nafas, Advent Bangun Ternyata Sempat Beri Pengakuan Begini ke Sang Ponakan

Usai salah satu aktor bintang laga Adven Bangun meninggal dunia setelah menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Fatmawati kamis kemarin.

Setelah baru beberapa hari diperbolehkan pulang.

Dilansir dari Cumicumi, Di malam ia menghembuskan napas terakhir.

Advent mengungkapkan bahwa dirinya sudah lelah.

“Kamis jam 8 malem bisa komunikasi lagi buka mata dia bilang ‘lelah saya’, ya sudah jangan dipaksain,” kata keponakan Advent, Harun Tambun, saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (10/2).

Advent sempat kritis selama beberapa jam, namun kembali membaik. Takdir berkata lain, ia meninggal dunia dini harinya.

Dalam kesempatan itu, Harun menjelaskan bahwa pamannya adalah orang yang membanggakan bagi keluarga dan dekat dengan keponakan-keponakannya.


Keluarga bersyukur saat Advent tinggalkan dunia hiburan dan memilih menjadi pendeta.

Kepergian Advent untuk selama-lamanya ini membuat keluarga berduka dalam.

Bahkan, mereka tak memiliki firasat apapun jika aktor tersebut akan pergi secepat ini.

“Luar biasa, sangat kehilangan. Dari ini ade mertua, yang laki-laki tinggal satu-satunya. Kebanggaan. Sebagai orang tua, sahabat, teman, teruatama kepada kami keponakannya sangat akrab.

Apalagi setelah meninggalkan dunia aktor, dia semakin dekat,” tandasnya

Aktor legendaris Advent Bangun sudah 10 bulan bolak-balik rumah sakit untuk melakukan cuci darah akibat gagal ginjal yang dideritanya.

Namun, beberapa bulan belakangan ini kondisinya semakin memburuk.

Hingga meninggal dunia, tak ada pesan yang ia tinggalkan untuk keluarga tercinta.

“Hari kamis kemarin karena ada rasa-rasa tak enak kita bawa ke rumah sakit Fatmawati dan kemarin sekitar setengah 5 sudah kritis lalu jam 8 baik lagi.

Lalu tadi pagi jam 2.30 sudah pergi. Nggak ada firasat sama sekali, dia nggak ngucapin apa-apa,” kata keponakan Advent, Harun Tambun saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1).

Harun mejelaskan, saat kepergian Advent, keluarga serta jemaahnya di gereja setia menemaninya di rumah sakit.

Hanya saja, anak pertamanya tidak ada di sampingnya saat Advent menghembuskan napas terakhir.

“Itu kebetulan anak istri semuanya ada kecuali yang nomor 1 masih di Medan. Kita keluarga dan ada juga dari gereja yang menunggu di luar,” tuturnya.

Selamat jalan Advent Bangun..

 

Loading...
loading...

Leave a Comment