Minum Es Sesudah Makan Akan Memicu Kanker. Mitos atau Fakta? Ini Dia Jawabannya

Menyantap seporsi bakso, mie ayam, atau daging-dagingan beserta segelas es teh atau es jeruk saat jam makan siang memang salah satu kenikmatan yang tiada tara. Namun, di balik kenikmatannya yang tiada tara ini, banyak masyarakat yang menjadi was-was karena beredar rumor bahwa minum es usai makan besar dapat memicu kanker, khususnya kanker kolon. Benarkah?

Air dingin yang diminum setelah makan dipercaya dapat menggumpalkan lemak di dalam makanan. Gumpalan lemak ini akan menumpuk pada saluran pencernaan dan lama kelamaan akan menyebabkan kanker saluran cerna.

 

Banyak orang sangat meyakini pendapat ini meskipun kebanyakan di antara mereka masih sering minum es setelah makan. Kabar baiknya, pendapat mengenai minum es sesudah makan besar dapat menyebabkan kanker hanyalah mitos belaka. Dilansir dari klikdokter.com , ketika air es masuk ke dalam tubuh, maka suhu air tersebut akan dinaikkan hingga sesuai dengan suhu tubuh. Dengan demikian, saat memasuki saluran cerna suhu air sudah tidak dingin dan tidak akan menggumpalkan lemak. Kelebihan lemak tentu berbahaya, dan akan menumpuk dalam tubuh namun bukan di saluran cerna melainkan menempel pada pembuluh-pembuluh darah. Dalam dunia medis, gumpalan tersebut disebut plak.

 

 

Dibandingkan mengkhawatirkan tentang kebiasaan minum es setelah makan yang ternyata mitos, sebaiknya Anda mengkhawatirkan kebiasaan-kebiasaan lain yang telah dipastikan dalam dunia medis dapat menyebabkan kanker, antara lain merokok aktif dan atau pasif, terlalu banyak duduk, jarang berolahraga, banyak mengkonsumsi makanan siap saji, sering mengkonsumsi makanan berpengawet, dan sering terpapar sinar matahari tanpa pelindung.

Nah, sudah jelas bukan bahwa anggapan minum es setelah makan dapat menyebabkan kanker hanya rumor belaka? Namun demikian, mari tetap menjaga pola hidup sehat ya!

Loading...
loading...

Leave a Comment