Menyesal Mengakhiri Istrinya, Sambil Menangis, dr Helmi Ungkap yang Sebenarnya Terjadi

Pembunuhan yang dilakukan dokter Helmy kepada istrinya dokter Lety jelas membawa duka dari keluarga.

Banyak yang tak menyangka, berprofesi sebagai dokter yang dianggap berpendidikan.

Dokter Helmi begitu mudah menarik pelatuk pistol hingga menembak istrinya 6 kali hingga terkapar.

Kini setelah sang istri telah tiada, dokter Helmy malah menyesal dan tak hentinya menangis.

Sambil meracau dokter Helmi mengaku penembakan itu tak sengaja ia lakukan.

Awalnya keduanya ribut soal perceraiaan.

Diduga, dokter Helmi meminta dokter Lety agar membatalkan niat untuk berpisah.

Tapi, permintaan itu ditolak sehingga pelaku naik pitam.

Facebook/mayat dokter Lety terkapar usai ditembak suaminya
Facebook/mayat dokter Lety terkapar usai ditembak suaminya ()

Dokter Helmi menembaki istrinya dengan dua pistol rakitan berjenis Revolver dan FN yang dibawanya saat datang ke klinik itu.

Meracau Dirasuki Jin

Dokter Ryan Helmi , pria yang tega membunuh istrinya berbicara tak karuan alias meracau saat diperiksa Polisi.

Helmi mengaku ingin menyusul sang istri, Dokter Letty Sultri, yang ditembak sebanyak enam kali hingga tewas.

Pernyataan itu ia lontarkan dengan kondisi meracau saat dibawa untuk diperiksa oleh penyidik Mapolda Metro Jaya.

"Mau nyusulin dia," kata Helmi," di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017) sore.

"Diperintah, diperintah," kata Helmi kembali meracau.

dokter Helmi
dokter Helmi ()

Tak hanya itu, Helmi juga meracau ketika ditanya wartawan. Ia hanya menjawab reinkarnasi.

"Reinkarnasi, reinkarnasi, reinkarnasi. Semua yang mati pasti akan pindah ke tubuh yang lain. Jiwa Lety akan datang ke tubuh yang lain. Buat bisa dibunuh," kata Helmi meracau.

Sementara polisi sendiri telah melakukan tes urine terhadap Dokter Helmi.

Hasilnya positif mengandung Benzodiazepine.

Karena itu jawaban yang diberikan oleh Helmi cenderung meracau.

"Gangguan psikotik tahu nggak? Tanya dokter sana!" kata Helmi ditanya masalah penyakitnya.

Benzodiazepine sendiri merupakan jenis obat yang memiliki efek sedatif atau menenangkan.

Obat tersebut diperuntukkan bagi orang yang cemas atau tertekan dan dapat digunakan dalam pengobatan jangka pendek pada beberapa masalah tidur tertentu.

Tiba-tiba Menembak

Helmi tak mau menjelaskan secara rinci mengenai penyakitnya itu.

Dia juga tak mau mengungkapkan sejak kapan menderita penyakit itu.

"Tanya dokter," kata Helmi singkat.

Psikotik adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidakmampuan individu menilai kenyataan yang terjadi, misalnya terdapat halusinasi, waham atau perilaku kacau/aneh.

Dokter lety Sultri dan prosesi pemakamannya.
Dokter lety Sultri dan prosesi pemakamannya. (kolase)

Lety ditembak Helmi di klinik Azzahra, Jakarta Timur, Kamis (9/11/2017) sekitar pukul 14.00.

Saat itu, dia sedang bersama dua karyawannya di ruang pendaftaran klinik.

Tiba-tiba, datang Helmi.

Saat mengetahui kedatangan sang suami, Lety ke luar ruangan untuk menghampirinya.

Tak lama berselang, dia dan Helmi terlibat cekcok hingga terdengar suara letusan tembakan sebanyak enam kali.

Seusai melepaskan tembakan, Helmi langsung melarikan diri.

Sisi Gelap Dokter Helmy

Sebelum menembak mati sang istri yang juga sama-sama berprofesi sebagai dokter, Helmi ternyata memiliki sisi gelap.

Cendana (40), teman korban mengetahui persis bagaimana sosok Helmi pada masa kuliah.

Ia menyebut Helmi sosok yang nakal. Nakal yang dimaksud adalah Helmi sering mengkonsumsi obat-obatan.

Namun ia tak mengetahui persis obat yang dikonsumsinya, namun itu sejenis obat penenang.

"Dia itu emang nakal dari sejak kuliah di Trisakti, sering pakai obat-obatan, dan itu benar karena saya kenal mereka sejak kuliah," katanya, Kamis (9/11/2017).

Cendana mengaku sudah kenal Lety sejak tahun 90-an dan sempat satu kantor dengan Lety.

Ia juga mengakui Lety sosok yang sangat baik.

Dokter Helmi saat dibawa penyidik untuk diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/11/2017).
Dokter Helmi saat dibawa penyidik untuk diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/11/2017). (Kompas.com/Akhdi Martin Pratama)

Sebelum menembak mati sang istri yang juga sama-sama berprofesi sebagai dokter, Helmi ternyata memiliki sisi gelap.

Cendana (40), teman korban mengetahui persis bagaimana sosok Helmi pada masa kuliah.

Ia menyebut Helmi sosok yang nakal.

Nakal yang dimaksud adalah Helmi sering mengkonsumsi obat-obatan.

Namun ia tak mengetahui persis obat yang dikonsumsinya, namun itu sejenis obat penenang.

"Dia itu emang nakal dari sejak kuliah di Trisakti, sering pakai obat-obatan, dan itu benar karena saya kenal mereka sejak kuliah," katanya, Kamis (9/11/2017).

Cendana mengaku sudah kenal Lety sejak tahun 90-an dan sempat satu kantor dengan Lety.

Ia juga mengakui Lety sosok yang sangat baik.

Semantara Nabila mengharapkan jenazah Lety bisa segera dikebumikan. Rencananya jenazah akan disemayamkan di Jakarta.

"Kita belum tahu mau dikuburin kapan karena kita lagi nunggu, orang tua kita yang baru berangkat pagi ini, tapi kalo pun tidak menunggu gak masalah, yang penting segera dikebumikan," katanya. (*)



Loading...
loading...

Leave a Comment