Karena Lupa Menutup Telepon, Pembicaraan Orangtuanya Terdengar, dan Putrinya Menangis Sambil Mengatakan Tidak Akan "Menikah" Selamanya

Generasi yang lebih tua seringkali tidak memiliki kebiasaan menutup telepon dari anak-anaknya, demikian juga dengan orangtua Zhou Mei!

Suatu hari, Zhou Mei selesai berbicara di telepon dengan orangtuanya, dan ibunya lupa menutup telepon dan tanpa sengaja Zhou Mei mendengar pembicaraan orang tuanya …

Zhou Mei mendengar ayahnya berkata dengan suara keras : “Bu, ayo cepat makan, lauknya sudah dingin!”

 

“Gak apa-apa dingin juga, anggap saja acar!” Sahut Ibu Zhou Mei yang tampak ceria setelah berbicara lewat telepon dengan Zhou Mei!

“Ya, acar sayur, hampir satu bulan kita makan acar terus, lebih baik membeli sedikit daging besok?” Tanya ayah sambil menertawakan ibu, keduanya terdengar seperti sangat bahagia!

Ibu Zhou Mei balas tersenyum dan menggerutu : “Dasar serakah! Dua hari lagi ya, baru ganti dengan menu daging, baru saja Zhou Mei bilang dua hari lagi akhir pekan dia akan pulang makan, nanti kamu bisa makan daging sepuasnya!”

“Huh, di matamu cuma ada putrimu, kalau putrimu tidak pulang, terus saya tidak perlu makan daging lagi ya ? Untuk makan daging saja, harus tergantung putrimu ?” Cetus ayah, seperti anak kecil saja sukanya menggerutu !

”Memangnya dia bukan putrimu ya ? Lagipula bukankah kamu juga setuju waktu itu? Sekarang malah menyalahkanku?” katan ibunya.

Ayahnya menghela napas, “Ya, memang saya yang setuju! Ya sudah, saya tidak bisa ngomong apa-apa lagi, ayo makan dulu !”

Zhou Mei tertegun di ujung teleponnya “Kenapa setuju waktu itu ? Masa sih aku bukan putri kandung mereka ?”

Zhou Mei tidak menyangka satu gelombang belum surut, sekarang disusul lagi dengan gelombang selanjutnya. Dia baru saja putus dengan pacarnya dan ingin pulang ke rumah, mencari hiburan!

Namun, Zhou Mei sama sekali tidak menyangka, mendengar rahasia orangtuanya, dan baru sadar ternyata dirinya tidak punya apa-apa, bahkan ayah-ibunya pun bukan orang tua kandungnya.

Air mata Zhou Mei pun mengalir deras, dan mendekap teleponnya sambil terisak !

Ilustrasi.

Setelah reda sedihnya, Zhou Mei juga sangat berterima kasih kepada orangtuanya, menyembunyikan jati dirinya selama bertahun-tahun, mereka tetap menyayanginya seperti putri kandung sendiri!

Setiap pulang ke rumah, orangtuanya selalu menyiapkan makanan yang enak-enak untuknya.

Sementara Zhou Mei sendiri, selama dua tahun ini pindah keluar hanya demi seorang pria yang tidak begitu mencintainya, dan mengabaikan orangtua yang sangat menyayanginya!

Mengingat semua itu, Zhou Mei pun buru-buru pulang begitu tiba akhir pekan dan membeli tiket paling awal!

Zhou Mei, yang pulang lebih awal dari biasanya, membayangkan ayah-ibunya yang sudah tua pagi-pagi buat sudah menyiapkan makanan untuknya, tanpa terasa air matanya berlinang bila mengingat semua itu.

Ibu memukul tangan ayah sambil tersenyum kecut dan berkata : “Dasar serakah! selalu mencuri-curi makan, makanan keburu habis kamu makan sebelum Zhou Mei tiba di rumah!”

 

“Gak sampai segitunya kali, kamu anggap aku kelaparan ya ? Sebulan sudah tidak menyantap daging, gak apa-apa kan hanya makan beberapa potong?” Kata Ayah Zhou Mei.

“Putri kita hampir menikah, kita makan acar dua tahun, menabung lebih banyak uang untuknya sebagai mas kawin yang layak saat nikah nanti !

“Siapa suruh keluarga kita miskin, gaji anak kita juga sangat rendah, sehingga tidak bisa mengirim uang untuk keluarga di rumah, terpaksa diambil dari uang pensiun kita ! Putri Bibi Zhang tetangga sebelah kita… … “

Ayah tampak tidak tahan lagi mendengar ibu yang semakin bawel !

Ayah memotong pembicaraan dan berkata, “Aku tahu, mas kawin putri tentangga kita sedikit, dicibir oleh mertuanya setelah menikah, hari-hari dilewatinya dengan linangan air mata, jadi jangan sampai kita mengikuti jejaknya, kita harus menyiapakan mas kawin yang besar untuk putri kita dan sebagaianya.

“Dua tahun sudah kamu mengatakan hal ini, tidak capek ya ? Saya rasa juga tidak perlu terburu-buru, pacar Zhou Mei saja tidak pernah ke rumah, belum tentu juga akan menikah dengan putri kita!”

Perasaan Zhou Mei berkecamuk, entah apa yang harus dikatakan, dia telah salah paham sama orangtuanya, ternyata dia adalah anak kandung mereka.

Zhou Mei langsung memeluk erat ayah-ibunya, dan menangis seperti anak kecil.

“Ayah-Ibu, Zhou Mei minta maaf karena telah menyusahkan ayah-ibu selama ini, kalian tidak perlu menyediakan mas kawin untukku. Aku tak mau menikah seumur hidup, aku akan menemani ayah-ibu selamanya sampai tua.!” Kata Zhou Mei.

“Dasar anak bodoh, bukankah kamu menyukai anak itu? Ko tiba-tiba ngomong begitu ?” Kata ayahnya.

 

“Pria gak tahu diri itu mana bisa dibandingkan dengan ayah dan ibu yang hebat, kami sudah putus, sekarang saya baru tahu kalian adalahlah orang-orang yang paling menyayangi saya di dunia ! Maaf ayah-ibu, demi dia aku telah menyusahkan kalian!” kata Zhou Mei.

Zhou Mei memutuskan mulai sekarang ia tidak akan lagi dibelenggu cinta, tidak boleh mengabaikan orangtua yang paling disayanginya! Meski mau menikah juga kelak calonnya itu harus bisa berbakti pada ayah-ibunya!(jhn/yant)

Sumber: happies.life

Loading...
loading...

Leave a Comment