Gara-gara Ada Keranda di Kamar Mandi, Tak Disangka Ini Yang Terjadi di SDN Pasuruan!

Dari tahun ke tahun, jumlah siswa di SDN Trajeng 2 Kota Pasuruan, terus berkurang. Kondisi ini memantik perhatian DPRD Kota Pasuruan.

Setelah disidak, sejumlah hal diduga jadi masalah. Termasuk, adanya keranda jenazah di sekolah.

“Berkurangnya jumlah siswa itu perlu dipertanyakan sebabnya. Karena tidak mungkin itu terjadi tanpa ada sebab,” terang Farid Misbah, anggota Komisi 1.

Dari laporan yang diterima Komisi 1, menurutnya, dari tahun ke tahun jumlah siswa SDN Trajeng 1 terus menurun. Data terakhir tahun 2017, ada 146 siswa yang terdaftar dari kelas 1 hingga kelas 6.


Sejumlah dewan dari Komisi I mendatangi SDN Trajeng 2 (Istimewa)

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi 1 M. Arief Ilham dan dua anggotanya yaitu Farid Misbah dan Sabilal Rasyad Tuanaya, langsung turun ke lapangan.

Di sekolah yang ada di Jalan Sulawesi, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Gadingrejo, itu Komisi 1 menemukan sejumlah masalah yang diduga jadi penyebab menurunnya jumlah siswa tiap tahun.

Seperti kualitas sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana pendukung pendidikan. Farid menyebut, perlu evaluasi agar kualitas pendidikan di sekolah tersebut meningkat.

Menurut dia, tersedianya jumlah tenaga pendidik juga harus dipenuhi sesuai dengan kebutuhan.

“Dengan masalah itu, perlu adanya sentuhan khusus. Selain peningkatan SDM dan sarpras, komunikasi dengan warga sekitar juga harus lebih ditingkatkan, sehingga ada kepercayaan terhadap sekolah itu,” beber Farid.

Selain itu, Komisi 1 juga menemukan temuan lain yang mengejutkan. Di sekolah itu, Komisi 1 menemukan adanya keranda jenazah.

Seusai sidak ke SDN Trajeng 2, dewan berharap ada solusi soal ini. (Istimewa)

Sabilal Rasyad, anggota Komisi 1 dari Fraksi PKS mengatakan, keranda jenazah itu merupakan titipan warga. Dia pun menyayangkan adanya keranda jenazah itu. Apalagi, hal itu sudah berangsur selama bertahun-tahun.

"Kondisi sekolahnya sudah memprihatinkan. Selain lokasinya di tengah perkampungan, ada keranda jenazah yang dititipkan oleh warga di situ," ujar Sabilal.

Lebih lanjut, Sabilal mengaku, pihaknya sudah menyarankan pada sekolah untuk memindahkan keranda jenazah itu. Sebab, tidak menutup kemungkinan, sistem belajar mengajar akan terganggu. Terutama, apabila hal itu mempengaruhi mental siswa.

"Memang kami sarankan untuk dipindahkan. Harus ditempatkan di lokasi lain. Pihak sekolah sudah pernah berupaya untuk memindahkannya, tapi ditolak warga. Kalau perlu kami akan meminta bantuan dari kelurahan setempat dan penyelesaiannya juga melibatkan Dinas Pendidikan," jelas Sabilal.

Wah, semoga keadaan sekolah akan cepat membaik.

Sumber : jawapos.com

 

Loading...
loading...

Leave a Comment