Duh, Pria Ini Ceraikan Sang Istri Setelah Kaya Raya,Namun Tak Disangka Anaknya Malah Lakukan Hal Tak Terduga Ini!

Pria itu pergi ke kota besar, katanya mau kerja mencari uang untuk isteri dan anaknya agar bisa hidup lebih baik.

Wanita itu atau isterinya pun setuju, suaminya berangkat ke kota, meninggalkan isteri dan anak laki-lakinya di rumah.

Sejak sang suami ke kota, isterinya pun menahan rindu dan berharap sang suami segera pulang.

Awalnya, pria itu masih mengirim sejumlah uang untuk isterinya di rumah, dan beberapa hari sekali menelepon isterinya.

Tapi belakangan tidak pernah menelepon lagi, juga tidak mengirim sepeser pun uang untuk isterinya di rumah, seolah-olah dia telah melupakan wanita isterinya itu dan anaknya.

Isterinya pun jadi gelisah, dia mencari tahu kabar mengenai pria suaminya itu, tapi nihil.

Akhirnya isterinya terpaksa membuka lapak buah-buahan. Setiap hari berangkat pagi pulang malam hanya mendapatkan uang yang tidak seberapa.

Hasil gambar untuk ibu jualan buah
Tak disangka, tiga tahun kemudian, pria itu tiba-tiba pulang ke rumah. Dia pulang dengan mobil mewahnya, melihat itu, orang-orang pun berpikir kegetiran hidup wanita itu akan segera berakhir, demikian pula si wanita juga berpikir begitu.

Namun, malam itu, pria itu mengatakan kepada si wanita bahwa dia pulang karena ingin bercerai dengannya.

Pria itu mengatakan sudah tidak ada perasaan cinta lagi setelah bertahun-tahun pisah ranjang dengannya.

Tapi sebenarnya, si pria sudah sukses dan kaya di kota, dan punya simpanan wanita yang lebih muda dan cantik.

Perkataan pria itu sontak membuat si wanita terkejut, dan bertanya kepada pria itu, “Benarkah sudah tidak ada perasaan cinta lagi di antara kita? Mungkinkah aku akan menunggumu pulang setiap hari jika tidak ada perasaan cinta lagi ?”

Tapi pria itu mengatakan kepada si wanita, bahwa dia tidak menyuruhnya menunggu dan mengatakan bahwa mereka harus bercerai bagaimana pun juga. Dia akan memberikan sejumlah uang kepada si wanita sebagai kompensasi.

Tampaknya pria itu sudah bertekat untuk bercerai. Sementara itu, si wanita juga tahu pria itu sudah berubah, kemudian ia pun setuju untuk bercerai, dan berkata, “Tapi, bagaimana dengan anak kita? Aku tidak ingin menyakitinya!”.

Hasil gambar untuk traveller style“Terserah dia mau ikut siapa, aku juga tidak akan memaksa” kata si pria.

Wanita itu setuju. Dia pikir anak laki-lakinya itu pasti akan memilihnya, karena dia yang selalu menemani anak itu dan ikatan batin antara mereka juga sangat kental.

Selama bertahun-tahun di luar sana, pria itu tidak pernah menjalin kontak sedikit pun dengan putranya, jadi sudah pasti anaknya itu tidak akan memilih ikut bersama si pria.

Pada hari perceraian, hakim bertanya kepada anak laki-laki itu mau ikut ayah atau ibunya, dan tak disangka anak itu menjawab tanpa ragu.

“Aku ikut ayah, aku ikut ayah !”sahutnya kencang.

Jawaban bocah itu mengejutkan semua orang. Hakim bertanya lagi pada si bocah, “Mengapa kamu lebih memilih ikut ayahmu?”

“Karena ayah banyak uang!” jawab si bocah spontan sambil tersenyum.

Bocah itu mengatakan yang sebenarnya, pria itu memang kaya. Si pria kaya bisa membeli makanan, mainan dan segala macam barang kesukaan anaknya.

 

Sementara jika anak itu ikut dengan ibunya yang miskin, si ibu tidak memberinya uang saku dan tidak bisa membelikan barang-barang kesukaan si anak, bahkan untuk makan satu buah-buahan saja cukup sulit karena si wanita tidak akan semudah itu memberinya.

Karena kenakalannya, wanita itu pernah memarahi dan memukulnya. Tak ayal lagi, dalam hati si bocah, wanita itu sangat menjengkelkan, jadi sudah sewajarnya dia memilih ikut ayahnya.

Namun, wanita itu tidak menyerah, dia menatap anak itu, “Nak, kenapa kamu tidak memilih ikut dengan ibu? Mulai sekarang, ibu akan membeli barang-barang kesukaanmu.”

Namun, si bocah menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aku tidak menyukaimu!”

Pria itu tersenyum senang mendengar perkataan putranya. Tampaknya tidak salah memang, dua hari sebelumnya ia membelikan makanan atau mainan untuknya.

Dua hari yang lalu, si pria mendekati anaknya, membujuknya karena dia ingin mendapatkan hak asuh atas putranya, karena wanita baru simpanannya sekarang tidak mau punya anak, sementara si pria sebaliknya.

Hari itu, si wanita menangis terisak sambil menutupi wajahnya di depan semua orang, dia benar-benar tidak menyangka, putranya yang disayanginya itu mengatakan tidak menyukainya, dan pada saat-saat yang menentukan, putranya lebih memilih ikut ayahnya dan meninggalkannya sedirian.

Pada saat itu, terlintas dalam benaknya untuk mengakhiri hidupnya. Namun, ia merenung lagi, dan memutuskan akan tetap tegar, siapa tahu anaknya tidak tahan dengan ibu tiri dan akan kembali ke sisinya lagi.

Sebelum bocah itu pergi bersama ayahnya, sang ibu membelikan makanan ringan dan mainan untuknya. Tapi ia tidak menyangka anak itu membuangnya dari dalam mobil ayahnya, dan meminta si pria atau ayahnya itu untuk segera menjalankan mobilnya.

 

Bocah itu bilang tidak ingin bertemu dengan ibunya. Wanita itu hanya bisa meratap pilu sambil memandang mobil yang menderu jauh dari pandangannya.

Sejak itu, si wanita hidup sendiri, dan tetap menjalani hidupnya seperti sebelumnya, berangkat pagi pulang malam dari lapak buahnya.

Namun, usaha buahnya lebih buruk dari sebelumnya, karena selalu tidak bisa konsen pada lapak buahnya, sebab dia selalu memikirkan dan merindukan anaknya.

Sudah berulang kali wanita itu ingin mencari anaknya, tapi ketika sampai di stasiun, dia balik lagi, karena tidak tahu mau cari kemana anaknya di kota besar yang asing baginya.

Apalagi mungkin anaknya tidak lagi berada di kota, jadi sia-sia saja meski sampai di kota, gumamnya.

Suatu hari, wanita itu menerima slip/bukti transfer sebesar Rp. 1 juta yang dikirim dari kota.

Pengirimnya adalah “Aku mencintaimu.” Wanita itu heran, tidak kenal dengan pengirimnya, sehingga tidak berani menarik uangnya.

Tapi tak disangka, sebulan kemudian, wanita itu kembali menerima bukti transfer yang sama.

Dilihat dari kiriman bukti transfer itu, sepertinya ada seseorang yang sedang membantu kesulitannya, akhirnya dia pun menarik uang kiriman itu, nanti baru dikembalikan setelah bertemu dengan orang itu, pikirnya.

Sejak itu, si wanita selalu menerima transferan satu juta rupiah setiap bulannya, dan pengirimnya selalu menulis aku mencintaimu.

Wanita itu sangat penasaran, ingin tahu siapa pengirimnya, tapi alamat pengirim tidak lengkap hanya nama jalan, selebihnya tidak ada keterangan apa pun. Sehingga dia pun tidak bisa berbuat apa-apa.

Saat Festival Musim Semi, wanita itu menerima sepucuk surat yang berbunyi seperti ini.

“Bunda, apa kabarmu disana? Aku tahu, bunda sangat menyayangiku, aku tahu bunda tidak terbiasa setelah kutinggalkan, dan bunda pasti sangat merindukanku.

Ibu, sebenarnya aku juga sangat mencintai dan menyayangi ibu, aku juga tidak terbiasa sejak meninggalkanmu, ibu. Dan aku sangat merindukan ibu.

Ibu, aku tahu, ibu pasti merasa sangat sedih, karena aku memilih ikut ayah ketika itu.

Ibu, apa ibu tahu kenapa aku memilih ayah, karena aku ingin meringankan beban ibu, selain itu, aku juga bisa meminta uang padanya kalau ikut dengannya, kemudian uang itu aku kirim untuk ibu. Dengan begitu, ibu tidak perlu lagi susah payah berangkat pagi pulang malam menjajakan buah-buahan.

Ibu, jaga diri ibu baik-baik, jangan khawatir tentang aku, nanti aku akan pulang menjenguk ibu.

Ibu, engkau selamanya ibuku yang paling baik, aku tidak akan pernah meninggalkan ibu, nanti setelah dewasa, aku akan menjemput ibu untuk hidup dalam kebahagiaan bersamaku…..

Mata wanita itu pun berkaca-kaca dan menangis tersedu-sedu sambil mendekap surat itu.

Ternyata pilihan anaknya ketika itu adalah pilihan yang mulia untuknya. Dan ternyata tidak pernah terlintas dalam benak anaknya untuk meninggalkannya.

Ternyata ada semacam kepergian bukan dalam artian benar-benar meninggalkan sosok orang yang dikasihi di dunia ini, tapi justeru sebaiknya untuk lebih mendekat, dan memberi lebih banyak cinta kasih.(Epochtimes)

Loading...
loading...

Leave a Comment