Astaga! Pria Ini Dorong Istrinya Jauh ke Air Lalu Membiarkannya,Ternyata Alasannya Sungguh Diluar Dugaan!

Kisah ini benar terjadi, disaat pasangan suami istri tengah berpergian dengan kapal pesir.

Lalu terjadilah kecelakaan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam

Hanya ada beberapa sekoci yang tersisa, ketika pasangan itu menemukannya.

Dilansir dari Erabaru. Disaat mereka menyadari bahwa hanya ada ruang untuk satu orang.

lalu pria itu mendorong istrinya keluar.

jatuh ke laut dan dialah yang naik ke sekoci penyelamat, meninggalkan pasangannya.

untuk tewas, sendirian di laut

Kisah ini diceritakan oleh seorang guru di dalam sebuah kelasnya.

Sebuah kapal pesiar mewah telah mengalami masalah di tengah laut dan sedang akan tenggelam.

saat pasangan ini menemukan sekoci penyelamat, yang tampaknya adalah yang terakhir.

Si suami meninggalkan istrinya dengan mendorongnya jatuh ke laut, lalu dia sendiri naik ke kapal.

Saat sudah berada di atas kapal, wanita itu hanya mengeluarkan satu kalimat.

Sang guru bertanya kepada murid-muridnya apa yang mereka pikir, dikatakan oleh wanita itu.

Semua anak mulai berteriak, mereka semua berpikir bahwa wanita itu pasti meneriaki pasangannya.

“Saya membencimu! Betapa bodohnya saya dulu! Kamu jahat! Kamu kejam! Tak kusangka kamu setega ini!” Dan lainnya yang serupa.

Guru ini melihat seorang murid lelaki yang diam, dan kemudian bertanya kepadanya, apa yang dia pikir diucapkan wanita itu, anak itu menjawab, “Jaga anak kita baik-baik!”

Guru itu benar-benar terkejut dan bertanya apakah dia sudah tahu ceritanya.

Anak laki-laki itu hanya menggelengkan kepalanya dan berkata.

“Tidak, tapi itulah yang dikatakan Ibu saya kepada Ayah saat sebelum dia meninggal karena penyakitnya.”

Sang guru menyetujuinya. Itu jawaban yang benar.

Begini kelanjutan kisahnya.

Setelah pelayaran, pria tersebut tiba di rumah dan merawat anak perempuannya sendiri.

Bertahun-tahun kemudian, gadis kecil yang telah tumbuh menjadi wanita dewasa, menemukan buku harian ayahnya di antara beberapa barang lama.

Dia mengetahui bahwa saat mereka berangkat dengan kapal pesiar itu, ibunya sudah didiagnosis menderita penyakit parah.

Pada saat darurat, sang Ayah mendorong Ibunya pada satu-satunya kesempatan yang dimiliki.

Dia menemukan kata-kata yang berbunyi: “Betapa saya ingin tenggelam ke dasar lautan bersamamu, tapi demi putri kita, saya harus meninggalkan kamu di laut selamanya, sendiri, maafkan aku, aku cinta kamu.”

Gambar terkait

Saat guru menyelesaikan ceritanya, seluruh kelas benar-benar diam setelah memahami arti cerita gurunya.

Mereka menyadari bahwa tidak semuanya begitu sederhana seperti yang terlihat di permukaan, bahwa itu adalah lebih dari sekedar hitam atau putih.

Seseorang tidak boleh menilai sesuatu dengan cepat begitu saja, tanpa benar-benar mengetahui apa yang ada di balik tindakan tersebut.

Bukannya orang yang menawarkan untuk membayarkan orang lain ingin memamerkan uang atau ingin menjadi eksis,

Orang akan melakukannya karena mereka lebih peduli kepada orang lain daripada uang.

Bukannya mereka yang meminta maaf tahu bahwa mereka salah, tapi mereka menilai bahwa hubungan dengan orang lain lebih berharga daripada sekedar disebut sebagai yang benar.

Loading...
loading...

Leave a Comment